
Rumah Adat Sasak merupakan rumah tradisional suku Sasak yang berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rumah adat Sasak digunakan sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga, dan disamping itu juga menjadi tempat dilaksanakannya ritual-ritual sakral yang merupakan manifestasi dari keyakinan kepada Tuhan, arwah nenek moyang dan sebagainya.
Bagi masyarakat Sasak, rumah mempunyai fungsi penting dalam kehidupan, oleh karena itu perlu perhitungan yang cermat tentang waktu, hari, tanggal dan bulan yang baik untuk memulai pembangunannya. Untuk mencari waktu yang tepat, masyarakat Sasak berpedoman pada tanggal dan bulan. Oleh karena tidak semua orang mempunyai kemampuan untuk menentukan hari baik, biasanya bila hendak membangun rumah harus bertanya kepada pemimpin adat.
Orang Sasak di Lombok meyakini bahwa waktu yang baik untuk memulai membangun rumah adalah pada bulan ketiga dan bulan kedua belas penanggalan Sasak, yaitu bulan Rabiul Awal dan bulan Zulhijjah pada kalender Islam. Ada juga yang menentukan hari baik berdasarkan nama orang yang akan membangun rumah. Sedangkan bulan yang paling dihindari (pantangan) untuk membangun rumah adalah pada bulan Muharram dan bulan Ramadlan. Pada kedua bulan ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat, rumah yang dibangun cenderung mengundang malapetaka, seperti penyakit, kebakaran, sulit rizqi, dan sebagainya. Di spot foto rumah adat sasak ini sudah disediakan juga baju adat sasak oleh pengelola untuk disewa oleh para pengunjung untuk befoto bersama suami, istri maupun pasangan.